test

Senin, 21 Oktober 2013

E-Commerce



A.      Definisi e-commerce

E-commerce adalah dimana dalam satu website menyediakan atau dapatmelakukan Transaksi secara online atau juga bisa merupakan suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver“. E-commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan) .

Adapun pendapat mengenai pengertian E-Commerce bahwa E-commerce mengacu pada internet untuk belanja online dan jangkauan lebih sempit. dimana e-commerce adalah subperangkat dari E-Bisnis. cara pembayarannya: melalui transfer uang secara digital seperti melalui account paypal atau kartu credit Sedangkan, E-Bisnis mengacu pada internet tapi jangkauan lebih luas. area bisnisnya terjadi ketika perusahaan atau individu berkomunikasi dengan klien atau nasabah melalui e-mail tapi pemasaran atau penjualan di lakukan dengan internet. dengan begitu dapat memberikan keuntungan berupa keamanan fleksibililtas dan efisiensi. cara pembayarannya yaitu dengan melaui pembayaran digital secara E-Gold dan sudah di akui di seluruh dunia dalam melakukan transaksi online.
Pada umumnya pengunjung Website dapat melihat barang atau produk yang dijual secara online (24 jam sehari) serta dapat melakukan correspondence dengan pihak penjual atau pemilik website yang dilakukan melalui email.
Dalam prakteknya, berbelanja di web memerlukan koneksi ke internet dan browser yang mendukung transaksi elektronik yang aman, seperti Microsoft Internet Explorer dan Netscape Navigator. Microsoft dan Netscape, bekerja sama dengan perusahaan kartu kredit (Visa dan MasterCard), serta perusahaan-perusahaan internet security (seperti VeriSign), telah membuat standar enkripsi khusus yang membuat transaksi melalui web menjadi sangat aman. Bahkan, Visa dan MasterCard menyediakan jaminan keamanan 100% kepada pengguna credit cardnya yang menggunakan e-com.

Adapun proses yang terdapat dalam E-Commerce adalah sebagai berikut :
1.      Presentasi electronis (Pembuatan Website) untuk produk dan layanan.
2.      Pemesanan secara langsung dan tersedianya tagihan.
3.      Secara otomatis account pelanggan dapat secara aman (baik nomor rekening maupun nomor kartu kredit).
4.      Pembayaran yang dilakukan secara langsung (online) dan penanganan transaksi.
Adapun keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan transaksi melalui E-Commerce bagi suatu perusahaan adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan pendapatan dengan menggunakan online channel yang biayanya lebih murah.
  2. Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan kertas, seperti biaya pos surat, pencetakan, report, dan sebagainya.
  3. Mengurangi keterlambatan dengan menggunakan transfer elektronik/pembayaran yang tepat waktu dan dapat langsung dicek. 
  4. Mempercepat pelayanan ke pelanggan, dan pelayanan lebih responsif. 

B.       Pengertian e-commerce menurut para ahli

·      Kalakota dan whinston mendefinisikan E-commerce dari beberapa perspektif, yaitu :


  • Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman informasi, produk/jasa, atau pembayaran melalui jaringan telepon, atau jalur komunikasi lain nya;
  • Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi bisnis dan work flow;
  • Dari perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat yang digunakan untuk mengurangi biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang
  • Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk menjual dan membeli produk serta informsi melalui internet dan jaringan jasa online lain nya.

·      Menurut Yun Gao dalam Encyclopedia of information science and technology (2005), menyatakan E-Commerce adaah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transaksi komersial. Kemudian di website E-Commerce Net, E-Commerce di definisikan sebgai kegiatan menjual barang dagangan dan jasa melalui internet. Seluruh komponen yang terlibat dalam bisnis praktis di aplikasikan disini, seperti costumer service, produk yang tersedia, cara pembayaran atas produk yang di jual, cara Promosi dan sebagai nya
Seluruh definisi yang di jelaskan di atas pada dasar nya memiliki kesamaan yang mencakup  komponen transaksi (pembeli,penjual,barang,jasa dan informasi), subyek dan obyek yang terlibat, serta media yang di gunakan (dala hal ini adalah internet).
Perkembangan teknologi informasi terutama internet, merupakan faktor pendorongperkembangan E-Commerce. Internet merupakan jaringan global yang menyatukan jarigan komputer di seluruh duia, sehingga memungkinkan terjalin nya komunikasi dan interaksi antara satu dengan yang lain di seluruh dunia. Dengan menghubungkan jaringan komputer perusahaan dengan internet, perusahaan dapat menjalin hubungan bisnis dengan rekan bisnis atau konsumer secara lebih efisien. Sampai saat ini ntenet merupakan infrastruktur yang ideal untuk menjalankan E-Commerce, sehingga istilah E-Commerce pun menjadi identik dengan menjalankan bisnis di internet.
Pertukaran informasi dalam E-Commerce dilakukan dalam format digital sehingga kebutuhan akan pengiriman data dalam bentuk cetak dapat di hilangkan. Dengan menggunakan siste komputer yang saling terhubung melalui jarigan telekomunikasi, transaksi bisnis dapat di lakukan secara otomatis dan dalam waktu yang singkat. Akibatnya informasi yang di butuhkan untuk keperluan transaksi bisnis tersedia pada saat di perlukan. Dengan melakukan bisnis secara elektronik, perusahaan dapat menekan biaya yang harus di keluarkan untuk keperluan pengiriman informasi. Proses transaksi yang berlangsung secara cepat juga mengakibatkan meningkatnya produktifitas perusahaan.
Dengan menggunakan teknologi informasi, E-Commerce dapat di jadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Tinggi nya tekanan bisnis yang muncul akibat tinggi nya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. Penggunaan E-Commerce dapat menigkatka efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing.

C.  Contoh E-Commerce
Banyak sekali yang dapat kita lakukan melalui E-Commerce yaitu :
1.      Pembelian buku melalui online.
2.      Pembelian elektronik melalui online.
3.      Pembelian kendaraan melalui online.
4.      Pembelian pakaian melalui online, dll.

D.  Dampak positif dan negatif E-Commerce
Didalam dunia E-Commerce pasti terdapat dampak positif dan negativenya.
Dampak positifnya, yaitu :
1.   Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2.      Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
3.      Menurunkan biaya operasional(operating cost).
4.      Melebarkan jangkauan (global reach).
5.      Meningkatkan customer loyality.
6.      Meningkatkan supplier management.
7.      Memperpendek waktu produksi.
8.      Meningkatkan value chain (mata rantai pendapatan).

Dampak negativenya, yaitu :
1.      Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
2.      Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
3.      Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
4.      Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
5.      Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
6.      Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.

E.   Peluang E-Commerce di indonesia
Perkembangan E-Commerce di indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D–Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mal online yang di sebut D-Mall (diakses leawat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang di jual bermacam macam, mulai dari makanan, aksesoris, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Selain itu berdiri pula www.ecommerce-indonesia.com tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping cart (keranjang belanja).
selain itu, ada juga Commerce Net Indonesia – yang beralamat di www.isp.commerce.net.id sebagai commerce servive provider (CSP) pertama di indonesia, Commerce Net indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Commerce Net indonesia sendiri telah bekerjasama dengan lembaga lembaga yang membutuhkan E-Commerce, untuk melyani konsumen seperti PT Telkom dan bank International indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs yag menjadi anggota commerce net indonesia, yaitu plasa.com, Interactive mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan trikomsel. Kehadiran E-Commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menuntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjuak (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat di proses dengan menghemat waktu.

F.   Perkembangan E-Commerce di indonesia pada tahun tahun mendatang
E-Commerce sebenarnya dapat menjadi bisnis yang menjanjikan di indonesia. Hal ini tak leas dari potensi erupa jumlah masyarakat yang besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga e-commerce dapat di manfaatkan dengan maksimal. Sayangnya, daya beli masyarakat yang masih rendah dan infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata di daerah daerah lain nya membuat e-commerce tidak begitu populer. Hal ini tak lepas dari jumlah pengguna internet di indonesia yang hanya sekitar 8 juta orang dari 215 juta penduduk. Selain itu, ecommer juga belom banyak di manfaatkan oleh perusahaa perusahaan di indonesia. Meskipun relatif banyak perusahaan yang sudah memasang homepage, hanya sedikit yang memfungsikannya sebagai sarana perniagaan/perdagangan online. Sebagian besar homepage itu lebih difungsikan sebagai media informasi dan pengenalan produk. Menurut Adji Gunawan, Associate Partner dan Technology Competency Group Head Andersen Consulting, secara umum ada tiga tahapan menuju e-commerce, yakni: presence (kehadiran), interaktivitas dan transaksi. Saat ini, kebanyakan homepage yang dimiliki perusahaan Indonesia hanya mencapai tahap presence, belum pada tahap transaksi. Pada akhirnya, perkembangan teknologi dan peningkatan pengguna internet di Indonesia akan membuat e-commerce menjadi suatu bisnis yang menjanjikan.



Referensi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar