test

Kamis, 29 November 2012

PENGARAHAN

 
    Pengarahan adalah suatu proses pembimbingan, pemberi petunjuk, dan instruksi kepada bawahan agar mereka bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pengarahan mencakup beberapa proses operasi standar, pedoman dan buku panduan bahkan manajemen berdasarkan sasaran ( management by objective ).

     Dalam sebuah manajemen, pengarahan mempunyai beberapa tujuan, yaitu ;
1.  Menjamin kontinuitas perencanaan
2.  membudayakan prosedur standar
3.  menghindari kemungkinan yang tak berarti
4.  membina disiplin kerja ( naiknya produktivitas kerja )
5.  membina motivasi yang terarah

          pengarahan juga mempunyai beberapa tujuan, yaitu ;
1. menggerakkan orang lain untuk menyelesaikan              pekerjaan
2. membina moral
3. memotivasi bawahan

    Di dalam komunikasi pengarahan juga mempunyai beberapa peran ; 
  1. Sistem komunikasi vertikal, berlangsung dari atas  maupun bawah
  2. Sistem komunikasi horizontal, antar departemen, unit dan bagian dalam satu hierarki
  3. Sistem komunikasi diagonal, laporan khusus secara langsung kepada sumber yang membutuhkan

           Pengarahan memiliki beberapa karakteristik, yaitu ;
  1. Pervasive function, yaitu pengarahan diterima berbagai level organisasi. setiap manajer menyediakan petunjuk dan inspirasi kepada bawahan nya
  2. Continous activity, pengarahan merupakan aktivitas berkelanjutan di sepanjang masa organisasi
  3. Human factor, fungsi pengarahan berhubungan dengan bawahan dan oleh karena itu berhubungan dengan human factor. Human factor adalah perilaku manusia yang kompleks dan tidak bisa di prediksi
  4.  Creative-activity, fungsi pengarahan yang membantu dalam mengubah rencana kedalam tindakan. tanpa fungsi ini, seseorang dapat menjadi inaktif dan sumber fisik menjadi tak berarti
  5. Executive function, fungsi pengarahan dilaksanakan oleh semua manajer dan eksekutif pada semua level sepanjang bekerja pada sebuah perusahaan, bawahan menerima instruksi hanya dari atasan
  6. Delegated function, pengarahan seharusnya adalah suatu fungsi yang berhadapan dengan manusia. atasan harus dapat mengetahui bahwa perilaku manusia merupakan suatu hal tidak dapat diprediksi dan alami sehingga atasan seharusnya dapat mengkondisikan perilaku seseorang ke arah tujuan yang diharapkan

           Cara cara pengarahan yang dilakukan dapat berupa ;
  1. Orientasi , merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik
  2. Perintah , merupakan permintaan dari pimpinan kepada orang yang berada di bawahnya untuk melakukan atau mengulangi suatu kegiatan tertentu pada keadaan tertentu
  3. Delegasi wewenang , dalam pendelegasi wewenang ini pimpinan melimpahkan sebagian dari wewenang yang dimilikinya kepada bawahan nya. Kemampuan seorang manajer untuk memotivasi dan mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi akan menentukan efektifitas manajer

      Salah satu alasan pentingnya pelaksanaan fungsi pengarahan dengan cara memotivasi bawahan adalah
  1. Motivasi secara impalist,yakni pimpinan organisasi berada di tengah-tengah para bawahannya dengan demikian dapat memberikan bimbingan, instruksi, nasihat dan koreksi jika diperlukan
  2. Adanya upaya untuk mensingkronasasikan tujuan organisasi dengan tujuan pribadi dari para anggota organisasi
  3. Secara eksplisit terlihat bahwa para pelaksana operasional organisasi dalam memberikan jasa-jasanya memerlukan beberapa insentif






DAFTAR PUSTAKA

Selasa, 27 November 2012

cerita pendek


" Ikhlas itu indah "


       Aku adalah seorang nenek yang berumur 65 tahun. Aku hidup sebatang kara tanpa ada anak dan suami. Anak ku telah meninggal pada saat berumur 10 tahun dan suami telah pergi meninggalkan ku. Anak ku meninggal terkena penyakit demam berdarah, karena kami hidup di keluarga kekurangan untuk makan saja kami hanya makan nasi aking. Aku tidak bisa membawa anak ku ke rumah sakit apalagi harus membeli obat karena tidak memiliki uang, sehingga aku hanya merawat di rumah saja. Suami ku hanya bekerja serabutan kadang kerja kadang tidak sementara aku hanya lah penjual gorengan.
       Sekarang aku menjalani hidup ini dengan sendiri. Aku mempunyai sebuah mimpi yaitu bisa pergi haji melaksanakan rukun islam yang ke 5. Setiap hari setiap ada sisa uang aku kumpulkan sedikit demi sedikit untuk bisa pergi ke tanah suci (makkah). Untuk mencapai semua itu aku mencari pekerjaan walau cuma menjadi pembantu rumah tangga.
       Hari ke hari sambil berjualan gorengan aku mendatangi ke rumah rumah menawarkan apakah ada yang membutuhkan pembantu rumah tangga. Akhir nya pada waktu itu ada sebuah rumah yang di tinggal oleh pembantu nya, kebetulan sekali aku ingin bekerja menjadi pembantu rumah tangga lalu aku mendatangi rumah tersebut dan alhamdulillah aku di terima di rumah itu. Semenjak aku menjadi pembantu rumah tangga kini pendapatan ku semakin banyak. Semua di rumah itu semua nya baik dan tidak ada yang kasar walaupun sama seorang pembantu. Mereka benar benar menghormati aku walaupun aku hanyalah pembantu. Sedikit demi sedikit pendapatan ku dari berjualan gorengan dan menjadi pembantu rumah tangga aku tabung, kini tabungan aku untuk ke tanah suci cukup banyak.
       Aku tiap malam berdoa supaya bisa pergi ke sana (makkah). Akhir nya uang untuk ke tanah suci terkumpul sudah. Aku langsung mendaftarkan nama ku ke salah satu lembaga yang menyalurkan untuk pergi haji. Aku sangat senang sekali, karena itu adalah hasil dari keringat aku sendiri. Suatu malam aku mendapatkan kabar buruk, ternyata aku sudah tertipu. Lembaga tersebut bukan lah untuk menyalurkan ketanah suci melainkan hanya penipuan saja. Banyak orang yang sudah tertipu juga, aku sedih, aku menangis setiap malam, uang sudah ku kumpulkan dengan susah payah ternyata hilang begitu saja. Tapi aku ikhlas kehilangan uang tersebut, mungkin itu bukan takdir aku untuk pergi ke makkah.
       Setiap malam aku menangis, dan aku berdoa kenapa ini harus terjadi pada ku. Aku percaya bahwa kejadian buruk ini suatu saat akan menjadi indah. Aku menjalani hari hari ku seperti biasa yaitu berjualan gorengan dan menjadi pembantu rumah tangga. Pada suatu saat aku menemukan sebuah koper di tepi jalan dan koper tersebut berisikan uang yang begitu banyak nya. Tapi di dalam koper itu ada alamat rumah yang memiliki koper tersebut dengan nama dedi . Aku bingung harus berbuat apa, apakah aku harus mengembalikan koper ini atau tidak. Sementara aku sangat membutuhkan uang untuk ke tanah suci. Setelah aku berpikir akhirnya aku kembalikan uang ke yang punya dengan melihat alamat rumah tersebut. Ternyata rumah yang aku datangi rumah nya sangat besar, aku bertemu dengan orang yang kehilangan koper itu. Ternyata koper itu hilang di ambil orang pada saat mau ke suatu lembaga yang menyalurkan untuk pergi haji. Ketika aku mau pulang, orang tersebut berkata ; " apakah ibu bersedia mau ikut saya ke tanah suci ? " . Aku langsung terdiam,bingung dan kaget harus berkata apa. Aku mau aku bersedia untuk ikut ke tanah suci ( makkah) bersama pak dedi. Aku sangat senang dengan berita itu. Ke ikhlasan ku itu memberikan sesuatu yang sangat indah.

Senin, 26 November 2012

DEGREE OF COMPARISON


Degree of Comparison, or often called the "Comparative Degree" is a statement that serves to compare the quality, condition, great, etc. from one object to another object. Before we discuss this topic, it helps us remember the rules change form adjectives become more levels (comparative) and the most (superlative).

answer the question below correctly !!!!!


1.   Andi is 165 cm tall. Donna is 167 cm tall. So, Donna is _________ than Andi.
A.   taller
B.  shorter
C.  fatter
D.  thinner

2.   buffalo is big. But, an elephant is ________ than a cow
A.   smaller
B.  thinner
C.  bigger
D.  longer


3.   A horse runs __________ than a goat.
A.   slower
B.  faster
C.  balanced
D.  further

4.   Bengawan Solo river is long but Nil river is ________ than Bengawan Solo river
A.   wider
B.  smaller
C.  shorter
D.  longer

5.   A hill is __________ than a mountain
A.   wider
B.  taller
C.  shorter
D.  smaller




Daftar pustaka




CERITA PENDEK-MOTIVASI

" teman adalah motivator "
karya bagus dwi seto



jika kalian mempunyai  masalah keluarga ,pekerjaan, keuangan dan tidak tahu kepada siapa anda ingin berbagi cerita, maka datang lah kepada seorang teman. karena teman yang baik akan selalu memberikan sebuah solusi untuk memecahkan sebuah masalah dan jika teman yang kurang baik maka dia akan memberikan solusi untuk menjebak anda ke perbuatan yang ke arah negatif. Maka pintar pintar lah dalam memilih sebuah teman, jika teman tersebut selalu mengajak ke hal yang positif maka berteman lah dan jika teman itu selalu mengajak ke hal yang negatif maka tinggalkan lah. 

Teman itu adalah segala, jika kalian mempunyai sebuah teman yang baik maka jangan lah engkau sia siakan karena mencari seorang teman yang baik itu lebih susah dari pada mencari seribu musuh. Dengan hitungan menit mungkin kalian bisa mendapatkan beberapa musuh tapi belum tentu dengan hitungan menit kalian bisa mendapatkan seorang teman yang baik.  

Jika kalian mempunyai teman seperjuangan ( teman dari kecil ) dan teman mu itu sudah berhasil menjadi apa yang dia inginkan sementara kamu belum berhasil menjadi apa yang kamu inginkan sebaiknya kamu jangan lah iri hati. Kemungkinan teman mu itu bekerja keras untuk mencapai apa yang dia mau sementara kamu sebagai teman nya hanyalah bermalas malasan untuk mencapai nya. kamu jangan iri ketika melihat teman mu itu telah berhasil menjadi apa yang dia mau, kamu sebaik nya lebih bersemangat untuk mencapai yang kamu inginkan, jangan malah mempunyai pikiran untuk masih main main. apakah kamu tidak malu ketika teman mu itu telah sukses dan kamu masih punya pikiran untuk terus bermain. Maka mulai dari sekarang buanglah pikiran untuk bermain main, jadilah teman mu itu menjadi sebuah motivasi untuk kamu mencapai kesuksesan dan jangan merasa malu ketika kamu melihat teman mu itu telah sukses. Kamu harus berpikir keras kenapa kamu belum bisa menjadi apa yang kamu mau sementara teman mu itu sudah berhasil mencapai nya. kamu jangan merasa gagal karena kegagalan itu hanya terjadi pada orang yang menyerah. Mungkin kamu belum berhasil untuk saat ini dan mungkin hari esok kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan. 

Jika kamu salah maka perbaiki lah, jika kamu gagal maka coba lagi, tapi ketika kamu menyerah semuanya akan selesai. jika sudah merasa menyerah pada saat itu cobalah mengingat bagaimana perjalan kamu sampai saat ini dan bagaimana perasaan orang tua , saudara, teman mu yang sudah  berhasil ketika kamu merasa meyerah pada saat itu. Orang berhasil pun pasti pernah mengalami sebuah kegagalan tapi bagaimana orang gagal itu merubah dari sebuah kegagalan menjadi sebuah kesuksesan, mungkin pada saat itu orang tersebut telah salah dalam menuju kesuksesan tapi orang tersebut menjadi kan sebuah kegagalan adalah pelajaran. Maka dari itu orang yang tadi nya gagal sekarang menjadi sukses. dan kamu akan mengerti suatu saat nanti semua akan indah pada waktunya.

Sabtu, 24 November 2012

PENGAWASAN (CONTROLING)


       Pengawasan adalah suatu upaya yang sistematik untuk menetapkan kinerja standar pada perencanaan untuk merancang sistem umpan balik informasi, untuk membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan, untuk menetapkan apakah telah terjadi suatu penyimpangan tersebut, serta untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan atau pemerintahan telah digunakan seefektif dan seefisien mungkin guna mencapai tujuan perusahaan atau pemerintahan. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengawasan merupakan hal penting dalam menjalankan suatu perencanaan. Dengan adanya pengawasan maka perencanaan yang diharapkan oleh manajemen dapat terpenuhi dan berjalan dengan baik.
        Fungsi pengawasan yaitu untuk menetapkan pekerjaan yang sudah dilakukan, menilai dan mengoreksi agar pelaksanaan pekerja itu sesuai dengan rencana semula. Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan sekali pun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.
Kegiatan dalam fungsi PENGAWASAN, yaitu ;
  • Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
  • Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan
  • Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis
Tujuan pengawasan di dalam suatu organisasi, yaitu ;
  1. Untuk menjadikan pelaksanaan dan hasil kegiatan sesuai dengan rencana dan tujuan
  2. Untuk memecahkan masalah
  3. Untuk mengurangi resiko kegagalan suatu rencana
  4. Untuk membuat perubahan-perubahan maupun perbaikan-perbaikan
  5. Untuk mengetahui kelemahan kelemahan pelaksanaan nya
Jenis jenis pengawasan ;
  • pengawasan dari segi waktu
       pengawasan dari segi waktu dapat dilakukan secara preventif dan represif. alat yang dipakai dalam pengawasan ialah perencanaan budget, sedangkan pengawasan repensif alat budget dan laporan. Pengawasan preventif lebih dimaksudkan sebagai," pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan sebelum kegiatan itu dilaksanakan, sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan." lazimnya, pengawasan ini dilakukan pemerintah dengan maksud untuk menghindari adanya penyimpangan pelaksanaan keuangan negara yang akan membebankan dan merugikan negara lebih besar. disisi lain, pengawasan ini juga dimaksudkan agar sistem pelaksanaan anggaran dapat berjalan sebagaimana yang dikehendaki. Pengawasan preventif akan lebih bermanfaat dan bermakna jika dilakukan oleh atasan langsung. sehingga penyimpangan yang kemungkinan dilakukan akan terdeteksi lebih awal. disisi lain, pengawasan represif adalah " pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan setelah kegiatan itu dilakukan. " pengawasan model ini lazimnya dilakukan pada akhir tahun anggaran, dimana anggaran yang telah dilakukan kemudian disampaikan laporan nya. setelah itu, dilakukan pemeriksaan dan pengawasan nya untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyimpangan
  • pengawasan dilihat dari segi obyektif
      pengawasan dari segi obyektif adalah pengawasan terhadap produksi dan sebagainya. Ada juga yang mengatakan karyawan dari segi obyektif merupakan pengawasan secara administrasi dan pengawasan operatif. contoh pengawasan administratif adalah pengawasan anggaran, inspeksi, pengawasan order dan pengawasan kebijaksanaan
  • pengawasan dari segi subyek
        pengawasan dari segi subyek terdiri dari pengawasan intern dan ekstern
  • pengawasan intern
    pengawasan intern dalam perusahaan biasanya dilakukan oleh bagian pengawasan perusahaan (internal auditor). Laporan tertulis dari bawahan ke atasan pada umumnya terdiri dari ;
  1. Laporan harian
  2. Laporan mingguan
  3. Laporan bulanan
  4. Laporan khusus
  5. Pengawasan ektern
      pengawasan ekstern dilakukan oleh akuntan public (certified public accountant). publikasi laporan laba dan rugi laba yang menyebabkan jalan nya perusahaan wajib diperiksa oleh akuntan publik. Adapun pemeriksaan yang umumnya dilakukan oleh akuntan public dapat dibagi jadi 4 golongan
a)     Pemeriksaan umum

pemeriksaan umum atau general audit adalah pemeriksaan rutin tentang kebenaran data administrasi perusahaan

b)     Pemeriksaan khusus

pemeriksaan khusus atau spesical anfestigation adalah suatu pemeriksaan khusus yang ditugaskan kepada akuntan public
c)     Pemeriksaan neraca

pemeriksaan neraca dikenal juga dengan balanced sheet audit artinya suatu pemeriksaan khusus terhadap neraca perusahaan

d)   Pemeriksaan sempurna suatu pemeriksaan sempurna (detail audit) berhubungan erat dengan pemeriksaan khusus
Bentuk bentuk pengawasan 
  1. Pengawasan pendahulu (feeforward control, streering controls) dirancang untuk mengantisipasi penyimpanan standar dan memungkinkan koreksi dibuat seblum kegiatan terselesaikan. pengawasan ini akan efektif bila manajer dapat menemukan informasi yang akurat dan tepat waktu tentang perubahan yang terjadi atau perkembangan tujuan.
  2. pengawasan concurrent (concurrent control) yaitu pengawasan "ya-tidak", di mana suatu aspek dari prosedur harus memenuhi syarat yang ditentukan sebelum kegiatan dilakukan guna menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan
  3. pengawasan umpan balik (feedback control,past-action control) yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksanakan, guna mengukur penyimpangan yang mungkin terjadi atau tidak sesuai dengan standar
Metode metode pengawasan 
metode metode pengawasan bisa di kelompokan menjadi dua bagian ; pengawasan non kuantitatif dan pengawasan kuantitatif
  • pengawasan Non-kuantitatif
pengawasan non-kuantitatif tidak melibatkan angka angka dan dapat digunakan untuk mengawasi prestasi organisasi secara keseluruhan. teknik teknik yang sering digunakan adalah;
  1. pengamatan ( pengendalian dengan observasi ). Pengamatan ditujukan untuk mengendalikan kegiatan atau produk yang dapat di observasi
  2. inspeksi teratur dan langsung. Inspeksi teratur dilakukan secara periodik dengan mengamati kegiatan atau produk yang dapat di observasi
  3. laporan lisan dan tertulis. Laporan lisan dan tertulis dapat menyajikan informasi yang dibutuhkan dengan cepat disertai dengan feedback dari bawahan dengan relatif lebih cepat
  4. evaluasi pelaksanaan
  5. diskusi antara manajer dengan bawahan tentang pelaksanaan suatu kegiatan. cara ini dapat menjadi alat pengendalian karena masalah yang mungkin ada dapat didiagnosis dan dipecahkan bersama
  6. management by exception (MBE). Dilakukan dengan memperhatikan perbedaan yang signifikan antara rencana dan realisasi. teknik tersebut didasarkan pada prinsip pengecualian. prinsip tersebut mengatakan bahwa bawahan mengerjakan semua kegiatan rutin, sementara manajer hanya mengerjakan kegiatan tidak rutin
  • Pengawasan kuantitatif
Pengawasan kuantitatif melibatkan angka angka untuk menilai suatu prestasi. Beberapa teknik yang dapat dipakai dalam pengawasan kuantitatif adalah ;
  1. Anggaran
A.     anggaran operasi, anggaran pembelanjaan modal, anggaran penjualan, anggaran kas
B.     Anggaran khusus, seperti planning programming, bud getting system (PBS), zero-base budgeting (ZBB), dan human resource accounting (HRA)
2         Audit
  • internal  

Tujuan : membantu semua anggota manajemen dalam melaksanakan tanggung jawab mereka dengan cara mengajukan analisis, penilaian, rekomendasi dan komentar mengenai kegiatan mereka
  •  eksternal
Tujuan : menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar keadaan  keuangan dan hasil perusahaan, pemeriksaan dilaksanakan oleh pihak yang bebas dari pengaruh manajemen

3        Analisis break-even
Menganalisa dan menggambarkan hubungan biaya dan penghasilan untuk menentukan pada   volume berapa agar biaya total sehingga tidak mengalami laba atau rugi.

4             analisis rasio
Menyangkut dua jenis perbandingan  
  1. Membandingkan rasio saat ini dengan rasio-rasio di masa lalu
  2. Membandingkan rasio rasio suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis





 Daftar pustaka

 http://id.scribd.com/doc/67965597/Pengawasan-dalam-Manajemen

 http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2133140-tahapan-tahapan-proses-pengawasan/

KOORDINASI (ACTUALING)

   Koordinasi merupakan salah satu fungsi pokok manajemen untuk membuat suatu usaha yang sinkron dan teratur untuk meneyediakan jumlah dan waktu yang tepat, dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis pada sasaran yang telah ditentukan.

Tujuan koordinasi yaitu ;
  1. Mengarahkan dan mengintegrasikan semua ide, gagasan, aktivitas, dan perilaku kearah tercapainya tujuan.
  2. Mengarahkan keterampilan spesialisasi yang dimiliki setiap karyawan kepada tujuan
  3. Menghindari kesenjangan, kekosongan, dan tumpang tindih pekerjaan (overlapping)
  4. Menghindari penyimpangan tugas dari tujuan
Sifat koordinasi yang baik
  1. Dinamis,tidak kaku
  2. Pandangan secara holistis (menyeluruh) untuk mecapai tujuan
  3. Melihat pekerjaan secara keseluruhan dan terintegrasi
Syarat-syarat koordinasi yaitu ;
  1. Pembagian kerja yang jelas dalam organisasi
  2. Membangun semangat kerja sama yang besar diantara personil pendidikan dan adanya organisasi informal yang sehat dalam tubuh organisasi yang bersangkutan
  3. Tersedianya fasilitas kerja dan kontak hubungan yang cukup lancar bagi semua pihak dalam organisasi
  4. Memulai tahapan suatu dengan benar dan mempertahankan kualitas pekerjaan sebagai proses yang berkelanjutan
Unsur-unsur koordinasi yang penting dalam organisasi
  1. Ada kordinator yang berwibawa dilihat dari kedudukan dan pendidikan nya untuk memfungsikan tiap-tiap bagian atau orang orang dalam organisasi. Kooedinator tersebut mempunyai kemampuan untuk membawa dan menggunakan sumbangan dari unit atau orang tersebut guna mewujudkan tujuan yang ditentukan
  2. Ada unit atau orang yang dikoordinasikan yang sudah ditata dan mampu memberikan sumbangan yang sangat berguna bagi terwujudnya cita cita bersama
  3. Ada pengertian timbal balik dari koordinator dan mereka yang koordinir untuk saling menghargai dan saling bekerjasama bagi kepentingan organisasi

 Masalah masalah dari koordinasi :
1.    Perbedaan dalam orientasi terhadap tujuan tertentu
2.    Perbedaan dalam orientasi waktu
3.    Perbedaan dalam orientasi anatr-pribadi
4.    Perbedaan dalam formalitas struktur
Ciri ciri koordinasi :
  1. Tanggung jawab koordinasi adalah terletak pada pimpinan
  2. Adanya proses (continues process)
  3. Pengaturan secara teratur usaha kelompok
  4. Adanya konsep kesatuan tindakan





Daftar pustaka
http://id.scribd.com/doc/86610904/4-Pengorganisasian-dan-Pengkoordinasian




Jumat, 23 November 2012

PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)


          Pengorganisasian adalah proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliki, dan lingkungan yang melingkupi nya. Fungsi pengorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumber daya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

prinsip prinsip suatu organisasi yaitu ;
  1. Perumusan tujuan yang jelas. Tujuan dan arah merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan suatu organisasi. Karena dari tujuan ini akan terlihat hasil yang akan dicapai baik itu secara fisik maupun non fisik
  2. Pembagian kerja . Dalam pembentukan suatu organisasi harus terlihat dengan jelas akan pembagian kerja dari masing masing unit (sub) organisasi, hal ini supaya tidak terjadinya tumpang tindih aktivitas dan dapat menghambat tercapainya suatu tujuan.
  3. Delegasi kekuasaan. Dengan adanya pembagian kerja tersebut yang jelas maka akan terlihat pula garis komando dan delegasi kekuasaan (wewenang) dari masing masing unit kerja.
  4. Rentang kekuasaan. Rentang kekuasaan merupakan penjabaran dari pendelegasian suatu kekuasaan. Parameter dan tolak ukur pun harus menjadi bagian dari rentang kekuasaan, sehingga tidak timbul diktatoris kekuasaan atau wewenang kekuasaan tersebut.
  5. Tingkat pengawasan. Penggambaran tingkat pengawasan yang timbul antar atasan dengan sub (unit) bawahannya harus terlihat dalam struktur organisasi tersebut. Sehingga batasan apa yang menjadi hak dan kewajiban baik itu atasan maupun bawahan akan tercipta.
  6. Kesatuan perintah dan tanggung jawab. Dengan tergambarnya struktur organisasi yang jelas maka kesatuan perintah atau komando akan terlihat pula. Begitu juga dengan tanggung jawab dari orang yang memberikan delegasi (perintah) akan nampak
  7. koordinasi. Ini pun harus terlihat dengan jelas dalam penyusunan suatu organisasi. Koordinasi dari masing masing divisi atau unit kerja akan tercipta. Dengan demikian tujuan suatu organisasi ini akan semakin cepat tercapai.

Unsur unsur suatu organisasi, yaitu ;
1.   Struktur organisasi
2.   Tugas, orang
3.   Keputusan dan imbalan
4.   Situasi informal
5.   Budaya
6.   Melaukan kegiatan yang telah ditetapkan
7.   Kegiatan diarahkan untuk mecapai tujuan

    Kecocokan diantara unsur unsur demikian diperlukan agar saling memperkuat dan menopang konsisten. Setiap unsur konstruksi organisasi diserap kuat kualitas. Dengan demikian keberadaan organisasi menjadi patut dipertimbangkan oleh organisasi lain. Kualitas sempurna pengorganisasian merupakan sebuah dimensi penopang kehebatan organisasi.

Proses organisasi yaitu ;
  1. Merinci seluruh pekerjaan yang ahrus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi
  2. Membagi beban kerja kedalam kegiatan-kegiatanyang secara logis dan memadai dapat dilakukan oleh seseorang atau oleh sekelompok orang.
  3. Mengkombinasi pekerjaan anggota perusahaan dengan cara yang logis dan efisien
  4. Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis
  5. Memantau efektivitas organisasi dan mengambil langkah langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektivitas
 Adapun manfaat dari pengorganisasian yaitu ;
  1. Memungkinkan pembagian tugas sesuai dengan keadaan perusahaan
  2. Mencapai spesialisasi dalam melaksanakan tugas
  3. Anggota organisasi mengetahui tugas-tugas yang akan dikerjakan dalam rangka mencapai tujuan.




Daftar pustaka


Selasa, 20 November 2012

PERENCANAAN (PLANNING)


        Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai suatu tujuan dan mengembangkan rencana aktifitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi fungsi lain seperti pengorganisasian pengarahan dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.
        Rencana dapat berupa rencana informal atau formal. rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi.sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yg harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi yang artinya setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. rencana formal dibuat untuk menciptakan kesepahaman tentang yang harus dilakukan.
        Ada tahapan yang harus dilaksanakan dalam suatu perencanaan, antara lain ;
1.   Identifikasi persoalan
2.   Perumusan tujuan umum dan sasaran khusus hingga target yang kuantitatif
3.   Proyeksi keadaan dimasa yang akan datang
4.   Pencarian dan penilaian berbagai alternative
5.   Perencanaan rencana terpilih

Syarat syarat perencanaan yang baik ;
1.   Logis, masuk akal
2.   Realistis, nyata
3.   Sederhana
4.   Sistematik dan ilmiah
5.   Objetik
6.   Fleksibel
7.   Manfaat
8.   Optimasi dan efisiensi

Faktor faktor dasar perencanaan ;
1.   Sumber daya (alam,manusia,teknologi)
2.   Idiologi dan falsafah
3.   Sasaran dari tujuan pembangunan
4.   Dasar kebijakan
5.   Data dan metode
6.   Kondisi lingkungan,sosial politik,budaya 

        Perencanaan bukan aktifitas individual, orientasi masa kini, rutinitas, dan terbatas pada pembuatan rencana. Tapi merupakan bersifat publik, berorientasi masa depan strategis, dan terhubung pada tindakan. Perencanaan diperlukan karena alasan ;
  1.  Adanya kegagalan pasar. Perencanaan muncul disebabkan oleh ketidak mampuan mekanisme harga dalam meningkatkan pertumbuhan, efisiensi dan keadilan. Semakin sulit atau semakin banyak masalah yang menghambat pembangunan, semakin diperlukan adanya kebijakan yang mengaarah pada intervensi pemerintah, dan semakin besar kebutuhan akan perencanaan
  2. Isu mobilitas dan alokasi sumber daya. Dengan keterbatasan sumber daya maka sumber daya (tenaga kerja,SDA,kapital) sebaiknya tidak digunakan untuk kegiatan yang tidak produktif atau bersifat coba coba. Proyek/investasi harus ditentukan secara cermat dikaitkan dengan tujuan perencanaan.
  3. Dampak psikologis dan dampak terhadap sikap/pendirian. Pernyataan tentang tujuan pembangunan ekonomi dan sosial sering kali mempunyai dampak psikologis dan penerimaan yang berbeda antara satu kelompok masyarakat dengan masyarakat lain nya. Dengan memperoleh dukungan dari berbagai kelompok masyarakat dari kelompok/kelas/suku bangsa/agamayang berbeda.
        Fungsi atau manfaat perencanaan yaitu sebagai penuntun arah,meminimalisi ketidakpastian, meminimalisi inefisien sumber daya, dan penetapan standar dalam pengawasan kualitas. 

Adapun syarat perencanaan harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan ;
  1. Tujuan akhir yang dikehendaki
  2. Sasaran sasaran dan prioritas untuk mewujudkan nya
  3. Jangka waktu mecapai sasaran sasaran tersebut
  4. Masalah yang dihadapi
  5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasikan nya
  6. Kebijakan untuk melaksanakan nya
  7. Orang, organisasi atau badan pelaksananya
  8. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan
Sifat perencanaan yaitu
  • Dari segi ruang lingkup tujuan dan sasaran nya, perencanaan dapat bersifat nasional, sektoral, dan spasial
  • Dari bentuk perencanaan dapat berupa perencanaan agreratif atau komprehensif dan parsial
  • Dalam jangkauan nya, ada perencanaan tingkat pusat dan tingkat daerah
  • Dari jangka waktunya, perencanaan dapat bersifat jangka panjang, menengah atau jangka pendek 
  • Dilihat dari arus informasi, perencanaan dapat bersifat dari atas ke bawah (top-down), dari bawah ke atas (bottom-up), atau kedua duanya
  • Dari segi ketetapan atau proyeksi kedepan nya, perencanaan dapat indikatif atau preskriptif
  • Berdasarkan sistem politik nya, perencanaan dapat bersifat alokatif, inovatif dan radikal
Adapun fungsi dari suatu perencanaan adalah ;
  1. Untuk membedakan arah dari setiap kegiatan dengan jelas sehingga hasil yang diperoleh bisa semaksimal mungkin 
  2. Untuk mengevaluasi tujuan tujuan yang sudah dilakukan sehingga penyimpangan penyimpangan yang terjadi sehingga bisa dihindari lebih awal
  3. Memudahkan pelaksanaan kegiatan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang mungkin muncul sehingga lebih waspada dan dapat diselesaikan dengan cepat
  4. Menghindari pertumbuhan dan perkembangan yang tak terkendali


daftar pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Perencanaan